Laman

Monday, October 31, 2016

Butuh Keberanian Untuk Mengajarkan Hukum Karma



Jaman sekarang sudah banyak generasi yang mempunyai pendidikan tinggi, meski masih banyak juga generasi yang pendidikannya pas-pasan artinya para generasi tersebut tidak mengenyam pendidikan di jenjang perguruan tinggi. 

Generasi yang mengenyam pendidikan tinggipun tidak bisa dijamin mengetahui dan memahami hukum karma, hukum alam atau pembalasan dalam kehidupan nyata di masyarakat. Karena di sistem pendidikan formal umum tidak ada materi dan referensi khusus yang membahas atau mengajarkan tentang hukum karma.
Materi dan referensi tentang hukum karma ini setiap individu harus mencari dan menggali secara aktif dalam kahidupan nyata di masyarakat melalui kegiatan sosial kemasyarakatan yang dijalani secara terbuka dan ikhlas.

Hukum karma adalah pembalasan yang diterima manusia karena ucapan atau perbutannya kepada orang lain. Pembalasan ini pasti diterima baik oleh pelaku langsung atau diterima keluarganya atau diterima keturunannya.

Manusia tidak akan berani mengajarkan hukum karma, bahwa setiap individu manusia pasti akan menuai dari hasil ucapan dan perbuatnnya karena :
1. Tidak punya materi dan referensi hukum karma
2. Pernah atau bahkan sering berucap dan berperilaku yang menyebabkan orang 
    lain tersakiti, teraniaya atau terdzolimi
3. Sangat ketakutan dengan hukum karma karena selalu berucap dan berperilaku 
    yang tidak sesuai dengan kenyataan.

Sifat manusia yang menghalangi untuk meyakini adanya hukum karma, hukum alam atau pembalasan adalah :
1. Tak beriman
2. Berambisi yang tak terkendali
3. Tukang fitnah
4. Pengadu domba
5. Pendusta / Tidak jujur
6. Egois
7. Sombong
8. Selalu meremehkan dan menyalahkan orang lain
9. Merasa dirinya mempunyai kemampuan lebih
10. Merasa dirinya selalu dan paling benar
11. Merasa dirinya yang paling berhak dan berkuasa
12. Tidak mau menerima kenyataan dan kebenaran
13. Pembohong
14. Tidak perduli dengan pendapat orang lain

No comments:

Post a Comment