Laman

Friday, November 11, 2016

Harya Suman Menjadi Sangkuni/Sengkuni


Masyarakat di Pulau Jawa sudah tidak asing dengan tokoh pewayangan Jawa yang bernama Harya Suman yang tampan dari kerajaan Plasajenar. Harya Suman mempunyai 2 saudara yaitu Gandara dan Dewi Gandari. Gandara dikenal sebagai raja di Plasajenar menggantikan ayahandanya Suwala.

Pada suatu hari raja Gandara mengajak kedua adiknya, Dewi Gandari dan Harya Suman pergi ke kerajaan Mandura untuk mengikuti sayembara memperebutkan Dewi Kunti. Di perjalanan Rombongan Gandara berpapasan dengan rombongan Pandu yang sedang menempuh perjalanan pulang ke Hastina sambil membawa Dewi Kunti setelah memenangkan sayembara di kerajaan Mandura.

Peperangan antara Gandara dan Pandu tidak terelakkan karena Gandara ingin merebut Dewi Kunti dari tangan Pandu. Gandara tewas di tangan Pandu. Gandari dan Harya Suman dibawa oleh Pandu ke kerajaan Hastina.
Sesampainya di Hastina Gandari diminta oleh Drestarastra, kakak Pandu untuk dijadikan isteri. Gandari marah dan tidak suka dijadikan isteri Drestarastra, karena ia ingin diperistri Pandu. Gandari sakit hati.

Karena kakaknya sakit hati maka Harya Suman berjanji kepada kakaknya untuk melampiaskan sakit hatinya dengan menciptakan permusuhan antara Kurawa, anak-anak Drestarastra dengan para Pendawa, anak-anak Pandu.
Kerajaan Hastina pada masa pemerintahan Pandu ini patihnya bernama Gandamana (Gandamana adalah pangeran yang berasal dari kerajaan Pancala).


Harya Suman yang tampan berubah menjadi Sangkuni yang berwajah jelek.
Karena kakaknya yang bernama Gandari sudah dijadikan isteri Drestarastra maka Harya Sumanpun berambisi untuk menjadi seorang patih di Hastina. Harya Suman selalu berusaha menyingkirkan Gandamana sebagai patih di Hastina.
Hingga pada suatu hari Harya Suman berhasil mengadu domba Raja Hastina, Pandu dengan murid Harya Suman yang bernama Prabu Temboko (berwujud raksasa) dari kerajan Pringgadani.

Keteganganpun terjadi antara kerajaan Hastina dengan kerajaan Pringgadani. Maka diutuslah patih Gandamana dan Harya Suman sebagai duta perdamaian menuju kerajaan Pringgadani. Tetapi di tengah perjalanan Harya Suman berhasil menjebak patih Gandamana dan patih Gandamana masuk dalam perangkap Harya Suman. Harya Suman kembali ke kerajaan Hastina dan melapor (memfitnah Gandamana) kepada Pandu bahwa patih Gandamana telah berkhianat dan memihak kepada musuh. Raja Hastina, Pandu memutuskan untuk mengangkat Harya Suman menjadi patih di Hastina.
Patih Gandamana berhasil melepaskan diri dari perangkap Harya Suman dan bergegas kembali ke kerajaan Hastina. Setelah patih Gandamana mengetahui bahwa dirinya telah dikhianati, maka segera mencari Harya Suman. Harya Suman akhirnya diseret dan dihajar habis-habisan oleh patih Gandamana sehinga wajahnya yang semula tampan berubah menjadi sangat buruk, jelek.

Sejak itu Harya Suman namanya berubah menjadi Sangkuni, wajahnya buruk. Sangkuni berasal dari kata “saka” artinya dari dan “uni” artinya ucapan. Sangkuni adalah saka + uni = dari ucapan, bermakna ia menjadi cacat, buruk rupa, jelek karena hasil dari ucapannya sendiri.


No comments:

Post a Comment