Laman

Friday, January 27, 2017

Pidato Mayjen Soeharto Saat Pengangkatan Jenazah Korban G 30 S/PKI



Teks Pidato Mayor Jenderal Soeharto
Saat Pengangkatan Jenazah Korban Kebiadaban G 30 S/PKI Di Lubang Buaya


Mayor Jenderal Soeharto memberikan Pidato 
saat pengangkatan Jenazah Korban G 30 S/PKI
Download Video

“Pada hari ini tanggal 4 Oktober 1965.
Kita bersama-sama dengan mata kepala masing-masing telah menyaksiken suatu pembongkaran dari pada penanaman jenazah para jenderal kita, ada anem jenderal dengan satu perwira pertama dalam suatu lubang sumur lama. 
Sebagaimana saudara-saudara telah maklum bahwa jenderal-jenderal kita dan perwira pertama kita ini telah menjadi korban dari pada tindakan-tindakan yang biadab dari petualang-petualang yang dinamakan Gerakan 30 September.

Kalau kita melihat tempat ini adalah di Lubang Buaya. Daerah Lubang Buaya adalah termasuk dari daerah lapangan Halim. Dan kalau saudara-saudara melihat pula, fakta bahwa deket pada sumur ini telah menjadi pusat dari pada latihan sukwan dan sukwati yang dilakukan atau dilaksanakan oleh angkatan udara. Mereka melatih para anggota-anggota dari pemuda rakyat dan gerwani.
Suatu fakta, mungkin mereka itu latihan dalam rangka pertahanan di pangkalan. Akan etapi fakta menurut anggota gerwani yang dilatih di sini yang sekarang tertangkep di Cirebon  adalah orang dari Jawa Tengah, jauh dari pada daerah tersebut.

Jadi kalau menurut fakta-fakta ini mungkin apa yang diamanatkan oleh Bapak Presiden, Panglima Besar Revolusi yang sangat kita cintai bersama ini, bahwa angkatan udara tidak terlibet di dalam persoalan ini, mungkin ada benarnya, akan tetapi tidak mungkin tidak ada hubungan dengan peristiwa ini dari pada oknum-oknum dari pada anggota angkatan udara.
Oleh sebab itu saya sebagai warga dari pada anggota angkatan darat mengetok jiwa, perasaan dari pada patriot angkatan udara bilamana benar-benar ada oknum-oknum yang terlibet dengan pembunuhan yang kejam dari pada para jenderal kita yang tidak berdosa ini.
Saya mengharepken agar supaya para patriot anggota angkatan udara membersihkan juga dari pada anggota-anggota angkatan udara yang terlibet dalam petualangan ini.

Saya sangat berterima kasih bahwa akhirnya Tuhan memberikan petunjuk yang terang, jelas pada kita sekalian bahwa setiap tindakan yang tidak jujur, setiap tindakan yang tidak baik pasti akan terbongkar dan saya berterima kasih pada satuan-satuan, khususnya dari resimen Parako dan juga anggota-anggota dari KKO dan satuan-satuan lainnya serta rakyat yang telah membantu menemukan bukti ini dan turut serta mengangkat jenazah ini sehingga jumlah dari pada kurban, seluruhnya dapat kita ketemuken.

Sekianlah yang perlu saya jelasken kepada saudara-saudara sekalian.
Terima kasih”.

Download Teks Pidato

No comments:

Post a Comment