Laman

Showing posts with label Corona. Show all posts
Showing posts with label Corona. Show all posts

Wednesday, July 15, 2020

Webinar Peningkatan Imun (MP) Dan Coaching Clinic Silat Tanding (UNS)




18 Mei 2020

22 Juni 2020


Sunday, May 31, 2020

Unduh Info Grafis Pedoman Pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR)





Layanan pembelajaran masih mengikuti SE Mendikbud nomor 4 tahun 2020 yang diperkuat dengan SE Sesjen nomor 15 tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan BDR selama darurat Covid-19.


Dalam surat edaran ini disebutkan bahwa tujuan dari pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) adalah memastikan pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat Covid-19, melindungi warga satuan pendidikan dari dampak buruk Covid-19, mencegah penyebaran dan penularan Covid-19 di satuan pendidikan dan memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, peserta didik, dan orang tua.























Sumber : Kemdikbud

Wednesday, April 8, 2020

Lagu "CORONA" Ciptaan Bimbo Adalah Lagu Baru (2020)

\
Lagu berjudul "Corona" yang diciptakan oleh Bimbo ini adalah lagu baru. Bukan lagu lama seperti yang banyak dibicarakan oleh banyak orang melalui pesan berantai di sosial media.

Bimbo dalam membuat lagu "Corona" tersebut hanya 90 menit.
Acil Bimbo, salah satu personel Bimbo, membantah keterangan tersebut. Menurut Acil Bimbo, lagu bertema virus corona adalah lagu baru. "Itu bukan lagu lama, lagunya tentang musibah dunia ini (virus corona)," kata Acil Bimbo.

Pria bernama lengkap Acil Darmawan Hardjakusumah tersebut senang lagu baru Bimbo didengarkan banyak orang meski ada informasi yang salah.


Inilah lirik lagu Corona Ciptaan Bimbo.

Corona Datang Tuhan Mencuci Dunia
Membungkam Kesombongan Manusia
Tempat Ibadah Semuanya Ditutup
Manusia Bingung Cari Pegangan

Corona Datang Bukanlah Kebetulan
Mendidik Kita Untuk Jadi (Sadar)
Anak dan Istri Jabatan Kekayaan
Semua Itu Bukan Milik Kita

Angan dan Raga Teguhkan Hati Kami
Ya Tuhan Selamatkan Kami



Wednesday, March 25, 2020

Covid-19 Menurut Prof. Dr. AG. H. Muhammad Quraish Shihab, Lc., M.A.




Penjelasan singkat tentang Covid-19
oleh Prof. Dr. AG. H. Muhammad Quraish Shihab, Lc., M.A.
(Percakapan via video call antara Nana Shihab dan Abi Shihab)

Nana : “Assalamu’alaikum abiku”.
Abi : “Wa’alaikum salam”.
Nana : "Kita siap-siap jarak jauh ya? Nana kan lagi di rumah aja. E, Nana mau tanya abi soal Corona. Sebagian kalangan menyebarkan informasi dan bilang virus corona ini tentara Allah yang sengaja diturunkan untuk menghukum manusia. Gimana Abiku?"

Abi Shihab menjawab : “Yah, Nana, memang terlalu banyak nih, apa namanya, berita, tulisan dan sebagainya yang simpang siur, ada yang tidak bertanggung jawab dan ada juga yang memang ada kebenarannya.
Dalam konteks ee menanggapi bencana corona ini Abi tidak sependapat dengan mereka yang berkata ini adalah siksa Allah. Karena ini melanda dunia mengenai orang-orang baik dan orang-orang yang tidak berdosa. Apakah mereka itu disiksa juga. Abi lebih senang untuk menyatakan bahwa ini adalah “bencana” yang merupakan ujian dan peringatan dari Allah untuk umat manusia yang dewasa ini seringkali angkuh dan merasa diri mampu melakukan segala sesuatu".

Memang, di dalam Al Qur’an suratul Anfal Allah berfirman : Wattaq fitnatal lā tuībannallażīna alam mingkum khāṣṣah
Hati-hatilah datangnya suatu bencana, ujian yang bisa menimpa bukan hanya orang-orang yang durhaka dan berbuat zalim diantara kamu. Jadi ini bencana berupa ujian.

Memang kita juga harus eeee sadar orang-orang yang tidak bersalah, orang-orang yang dekat kepada Allah yang wafat karena bencana ini, itu akan mendapat nikmat dan ganjaran dari Allah SWT. Di dalam hadist Nabi menyatakan bahwa “mereka yang wafat karena tha’un, suatu penyakit yang mewabah pada masa Nabi atau sahabat-sahabat Nabi. Mereka yang wafat itu dinilai sebagai sahid. Tentu saja sahidnya tidak sama dengan mereka yang gugur dalam peperangan membela kebenaran. Tapi sahidnya ini dinamai sahidul akhirah. Jadi mereka tetap dimandikan, dishalatkan,  dikafankan. Berbeda dengan yang gugur di jalan Allah, tidak dikafankan, tidak dimandikan dan seterusnya. Tetapi ganjaran yang diperolehnya dari Allah karena kematiannya akibat virus ini, itu serupa dengan ganjaran orang-orang yang meninggal di medan perang.

Yah, selanjutnya kita bisa berkata begini, bahwa virus-virus itu sebenarnya dapat juga dinamai sebagai syetan-syetan. Karena itu Abi juga tidak sependapat dengan mereka yang menamai virus-virus itu sebagai tentara-tentara Allah.

Di dalam Al Qur’an dan di dalam hadist-hadist Nabi kita menemukan bahwa penyakit diakibatkan oleh syetan.
Mari kita baca ayat Al Qur’an yang berceritera tentang Nabi Ayub yang menyatakan “Syetan telah menimpa aku dengan penyakit yang melelahkan dan menyiksa”.
Dia namai penyakit itu disebabkan oleh syetan atau dengan kata lain virus-virus.

Nabi juga mengisyaratkan bahwa virus-virus tha’un itu adalah ulah syetan, ulah jin dan kita ketahui bahwa jin adalah sesuatu yang tersembunyi, salah satu diantaranya adalah virus-virus itu.

Demikian banyak ulama mengartikan makna jin. Dan karena itu kalau dia syetan kita harus musuhi, kita harus hindari dan kita harus perangi.

Simak Percakapan Najwa Shihab dengan Quraish Shihab di bawah ini.
Benarkah Corona Tentara Allah- Percakapan Via Telpon Najwa Shihab Dengan Quraish Shihab



Sumber : Channel You Tube Najwa Shihab

Thursday, March 19, 2020

Petunjuk-petunjuk Al Qur'an dan Hadist Untuk Menghadapi Wabah Penyakit




Petunjuk-Petunjuk Al-Qur’an dan Hadist
Untuk Menghadapi Wabah Penyakit



Petunjuk-petunjuk ketika menghadapi wabah penyakit :

(Jika pemutar MP3 tak berfungsi silahkan "MUAT ULANG".)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم 

Bismillahirrahmannirrahiim
“Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”


1. Al Qur'an Surat At Taubah ayat 51

قُلۡ لَّنۡ یُّصِیۡبَنَاۤ اِلَّا مَا کَتَبَ اللّٰہُ لَنَا ۚ ہُوَ مَوۡلٰىنَا ۚ وَ عَلَی اللّٰہِ فَلۡیَتَوَکَّلِ الۡمُؤۡمِنُوۡنَ
Qul lay yuṣībanā illā mā kataballāhu lanā, huwa maulānā wa ‘anallāhi falyatawakkalil-mu`minụn
009051- QS AT TAUBAH 51


  "Katakanlah: Tidak akan menimpakan kami kecuali apa yang Allah telah tuliskan untuk kami. Dialah pelindung kami dan hanya kepada Allah bertawakal orang-orang yang beriman.” (QS. At-Taubah[9]: 51)

2. Al Qur’an SuratAt Thaghabun ayat 11

مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۗ وَمَن يُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُۥ ۚ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ
Mā aṣāba mim muṣībatin illā bi`iżnillāh, wa may yu`mim billāhi yahdi qalbah, wallāhu bikulli syai`in 'alīm

064011- QS AT THAGHABUN 11

Tidak ada musibah yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah dan barangsiapa yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, akan Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Thaghabun[64]: 11)

3. Al Qur'an Surat Al-Hadid ayat 22

مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فِىٓ أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِى كِتَٰبٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَآ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٌ
Mā aṣāba mim muṣībatin fil-arḍi wa lā fī anfusikum illā illā fī kitābim ming qabli an nabra`ahā, inna żālika ‘alallāhi yasīr

057022- QS AL HADID 22

Tidak ada suatu musibah yang turun di bumi juga yang menimpa diri-diri kalian kecuali telah dituliskan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sesungguhnya hal itu mudah bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (QS. Al-Hadid[57]: 22)

4. Al Qur'an Surat An Naml  ayat 62

أَمَّن يُجِيبُ ٱلْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ ٱلسُّوٓءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَآءَ ٱلْأَرْضِ ۗ أَءِلَٰهٌ مَّعَ ٱللَّهِ ۚ قَلِيلًا مَّا تَذَكَّرُونَ
am may yujībul-muḍṭarra iżā da’āhu wa yaksyifus-sū`a wa yaj’alukum  wa yaj’alukum khulafā`al-arḍ, a ilāhum ma’allāh, qalīlam mā tażakkarụn

027062-QS AN NAML 62
 

Siapakah yang memperkenankan doa orang yang dalam kondisi kesulitan kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala jika ia berdoa kepadaNya dan menghilangkan kesusahannya dan menjadikan kalian pemimpin-pemimpin di muka bumi. Apakah ada Tuhan selain Allah?” (QS. An-Naml[27]: 62)

5. Al Qur'an Surat Al-An’am ayat 17

وَإِن يَمْسَسْكَ ٱللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُۥٓ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِن يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
wa iy yamsaskallāhu biurrin fa lā kāsyifa lahū illā huw, wa iy yamsaska bikhairin fa huwa ‘alā kulli syai`ing qadīr

006017 QS AL AN'AM 17
 

Dan jika Allah menimpakan marabahaya kepadamu, maka tidak ada yang bisa mengangkatnya kecuali Dia. Dan jika Allah menimpakan kebaikan kepadamu, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-An’am[6]: 17)

6. Al Qur'an Surat Yunus ayat 107

وَإِن يَمْسَسْكَ ٱللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُۥٓ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِن يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَآدَّ لِفَضْلِهِۦ ۚ يُصِيبُ بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ ۚ وَهُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ
wa iy yamsaskallāhu biurrin fa lā kāsyifa lahū illā huw, wa iy yuridka bikhairin fa lā rādda lifalih, yuību bihī may yasyā`u min ‘ibādih, wa huwal-gafrur-raīm

010107-QS YUNUS 107

Dan jika Allah menimpakan marabahaya kepadamu, maka tidak ada yang bisa mengangkatnya kecuali Dia. Dan jika Allah menginginkan kebaikan kepadamu maka tidak ada yang bisa menolak karuniaNya. Allah memberikan kebaikan kepada siapa yang Dia kehendaki dari para hambaNya dan Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Yunus[10]: 107)

7. Al Qur'an Surat Az Zumar ayat 36

أَلَيْسَ ٱللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُۥ ۖ وَيُخَوِّفُونَكَ بِٱلَّذِينَ مِن دُونِهِۦ ۚ وَمَن يُضْلِلِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِنْ هَادٍ
a laisallāhu bikāfin ‘abdah, wa yukhawwifnaka billażīna min dnih, wa may yulilillāhu fa mā lah min hād

039036-QS AZ ZUMAR 36

"Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya. Dan mereka mempertakuti kamu dengan (sembahan-sembahan) yang selain Allah? Dan siapa yang disesatkan Allah maka tidak seorangpun pemberi petunjuk baginya". (QS. Az-Zumar[39]: 36)

8. Al Qur'an Surat At Talaq ayat 3

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا
wa yarzuq-hu min aiu lā yatasib, wa may yatawakkal ‘alallāhi fa huwa asbuh, innallāha bāligu amrih, qad ja’alallāhu likulli syai`ing qadrā
065003-QS AT TALAQ 3

Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya. Sesungguhnya Allah akan menyelesaikan segala urusannya dan Allah telah menetapkan keputusanNya untuk tiap-tiap sesuatu.” (QS. At-Talaq[65]: 3)

9. Al Qur'an Surat  Ghafir (Al Mukmin) ayat 60

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
wa qāla rabbukumud’nī astajib lakum, innallażīna yastakbirna ‘an ‘ibādatī sayadkhulna jahannama dākhirīn

040060-QS GHAFIR/ AL MUKMIN 60

“Dan Tuhan kalian mengatakan: Berdoa hanya kepadaKu, sungguh Aku akan mengabulkan doa kalian. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepadaKu akan masuk ke dalam neraka jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Ghafir[40]: 60)

10. Al Qur'an Surat  Al Baqarah ayat 186

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
wa iżā sa`alaka ‘ibādī ‘annī fa innī qarīb, ujību da’watad-dā’i iżā da’āni falyastajīb lī walyu`min bī la’allahum yarsyudn

002186-QS AL BAQARAH 186

Dan jika hamba-hambaKu bertanya kepadaKu tentang Aku maka sesungguhnya Aku dekat, Aku mengabulkan doa orang yang berdoa kepadaKu. Maka hendaklah mereka melaksanakan segala perintahKu dan hendaklah mereka beriman kepadaKu agar mereka mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah[2]: 186)

11. Al Qur'an Surat  Al A'raf ayat 55

ٱدْعُوا۟ رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُعْتَدِينَ
ud’ rabbakum taarru’aw wa khufyah, innah lā yuibbul-mu’tadīn

007055-QS AL A'RAF 55

“Berdoalah kepada Tuhan kalian dengan merendah diri dan suara yang lembut, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS Al A'raf (007): 55)

12. Al Qur'an Surat  Al A'raf ayat 56

وَلَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَٰحِهَا وَٱدْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ ٱللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ ٱلْمُحْسِنِينَ
wa lā tufsid fil-ari ba’da iihā wad’hu khaufaw wa ama’ā, inna ramatallāhi qarībum minal-musinīn

007056-QS AL A'RAF 56

Dan janganlah kalian melakukan kerusakan di atas muka bumi setelah Allah memperbaikinya. Dan berdoalah kepadaNya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah dekat dari orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-A’raf[7]: 56)

13. Al Qur'an Surat  Al Mulk ayat 2

ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفُورُ
allażī khalaqal-mauta wal-ayāta liyabluwakum ayyukum asanu ‘amalā, wa huwal-‘azīzul-gafr

067002-QS AL MULK 2

Allah, Dialah yang menciptakan kematian dan kehidupan agar menguji kalian siapakah diantara kalian yang terbaik amalannya dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Mulk[67]: 2)

14. Al Qur'an Surat  Al An'am ayat 165

وَهُوَ ٱلَّذِى جَعَلَكُمْ خَلَٰٓئِفَ ٱلْأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَٰتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِى مَآ ءَاتَىٰكُمْ ۗ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ ٱلْعِقَابِ وَإِنَّهُۥ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌۢ
wa huwallażī ja’alakum khalā`ifal-ari wa rafa’a ba’akum  wa rafa’a ba’akum fauqa ba’in darajātil liyabluwakum fī mā ātākum, inna rabbaka sarī’ul-‘iqābi wa innah lagafrur raīm

006165-QS AL AN'AM 165

Dialah yang menjadikan kalian pemimpin-pemimpin di atas muka bumi dan mengangkat dan meninggikan sebagian derajat dari sebagian yang lain agar menguji kalian terhadap apa yang telah diberikan kepada kalian. Sungguhnya Tuhan kalian Maha cepat hukumannya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-An’Am[6]: 165)

15. Al Qur'an Surat  Hud ayat 7

وَهُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُۥ عَلَى ٱلْمَآءِ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۗ وَلَئِن قُلْتَ إِنَّكُم مَّبْعُوثُونَ مِنۢ بَعْدِ ٱلْمَوْتِ لَيَقُولَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِنْ هَٰذَآ إِلَّا سِحْرٌ مُّبِينٌ
wa huwallażī khalaqas-samāwāti wal-ara fī sittati ayyāmiw wa kāna ‘arsyuh ‘alal-mā`  wa kāna ‘arsyuh ‘alal-mā`i liyabluwakum ayyukum asanu ‘amalā, wa la`ing qulta innakum mab’ụṡụna mim ba’dil-mauti layaqlann layaqlannallażīna kafarū in hāżā illā sirum mubīn

011007-QS HUD 7

Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati”, niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata”. (QS. Hud[11]: 7)

16. Al Qur'an Surat  Al Anbiya ayat 35

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
kullu nafsin żā`iqatul-maụt, wa nablụkum bisy-syarri wal-khairi fitnataw, wa ilainā turja’ụn

021035-QS AL ANBIYA 35

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan". (QS. Al-Anbiya[21]: 35)

17. Al Qur'an Surat  Asy Syu'ara ayat 80

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ
wa iżā maritu fa huwa yasyfīn

026080-QS ASY SYU'ARA 80

Dan apabila aku ditimpa penyakit, maka Dialah yang menyembuhkan aku.“(QS. Asy-Syu’ara[26]: 80)

18. Al Qur'an Surat  Al Isra; ayat 56

قُلِ ٱدْعُوا۟ ٱلَّذِينَ زَعَمْتُم مِّن دُونِهِۦ فَلَا يَمْلِكُونَ كَشْفَ ٱلضُّرِّ عَنكُمْ وَلَا تَحْوِيلًا
Qulid'ullażīna za'amtum min dnihī fa lā yamlikna kasyfa-urri 'angkum wa lā tawīlā

017056-QS AL ISRA' 56

“Katakanlah: Panggillah Tuhan yang kalian anggap selain Allah, mereka tidak memiliki kemampuan dan kekuasaan untuk mengangkat marabahaya dari kalian juga mereka tidak mampu memindahkannya.” (QS Al Isra' (17) : 56)

SEMUA AYAT-AYAT PENENANG HATI KETIKA ADA WABAH PENYAKIT
 (1 - 18 di atas/ playlist 18 ayat)
 


AL HADIST :
“Jika seseorang keluar dari rumahnya dan membaca doa, ‘Dengan memohon pertolongan kepada Allah aku bertawakal kepada Allah, tidak ada daya dan upaya kecuali dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.’ Maka dikatakan kepada orang yang membaca doa tersebut, ‘Anda telah diberi hidayah, anda telah dicukupkan dan telah dilindungi.'” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)
“Berdo'alah kepada Allah dan kalian yakin akan dikabulkan.” (HR. Tirmidzi)

“Sesungguhnya doa bermanfaat untuk musibah yang akan turun, musibah yang telah turun dan musibah yang akan turun, maka hendaklah kalian wahai hamba Allah memperbanyak doa.” (HR. Ahmad, Tirmidzi dihasankan oleh Al-Albani)

“Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dahulu senantiasa berlindung diri dari penyakit belang, penyakit lepra, penyakit gila dan penyakit-penyakit buruk yang lain.” (HR. Abu Dawud)

“Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari musibah yang berat, ditimpa kesengsaraan, takdir yang buruk dan cemoohan musuh.” (HR. Bukhari dan Muslim)
“Berlindung dirilah kepada Allah dari musibah yang berat, ditimpa kesengsaraan, takdir yang buruk dan cemoohan musuh.” (HR. Bukhari dan Muslim)
“Sungguh mengagumkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya seluruhnya seluruh urusannya adalah baik dan hal itu tidak dimiliki kecuali seorang yang beriman: jika ia mendapatkan kebaikan ia bersyukur, maka itu baik baginya. Dan jika ia mendapatkan musibah ia bersabar dan itu pun baik baginya.” (HR. Muslim)

“Ya Allah Tuhan manusia yang menghilangkan segala penyakit, sembuhkanlah, Engkau Maha penyembuh. Tidak ada yang menyembuhkan kecuali Engkau, kesembuhan yang tidak ada sisa penyakit didalamnya.” (HR. Bukhari)

“Barangsiapa yang membaca: Bismillah, alladzi laa ya dhurru ma’asmihi syaiun fil ardhi walafissama wahuwassamiul ‘alim (Dengan menyebut nama Allah, tidak akan membahayakan dengan menyebut namaNya segala sesuatu di langit dan di bumi. Dan dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui) dibaca doa ini tiga kali, dia tidak akan ditimpa musibah yang tiba-tiba sampai dipagi hari. Dan apabila dia baca di pagi hari tiga kali, maka juga tidak akan ditimpa musibah yang tiba-tiba sampai di sore hari. (HR. Abu Dawud dan selainnya)

“Barangsiapa yang dibukakan untuk dirinya pintu berdoa, maka berarti telah dibukakan untuknya pintu-pintu rahmat. Dan tidaklah Allah diminta kepadaNya sesuatu yang lebih Allah cintai dari diminta dariNya keselamatan.” (HR. Tirmidzi)

“Sesungguhnya doa bermanfaat untuk segala musibah yang telah turun dan segala yang belum turun. Maka -wahai hamba-hamba sekalian- hendaklah kalian memperbanyak doa.” (HR. Ahmad, Tirmidzi dihasankan oleh Al-Albani)

“Hendaklah kalian memperbanyak shalat malam karena shalat malam adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian. Dan sesungguhnya Qiyamul Lail adalah kedekatan kepada Allah, penghalang dari perbuatan dosa, penghapus kesalahan-kesalahan dan mengusir dari segala penyakit dari dari tubuh.” (HR. Tirmidzi dan selainnya)

“Ya Allah aku memohon kepadaMu keselamatan di dunia dan di akhirat. Ya Allah aku memohon kepadaMu ampunan dan keselamatan pada agamaku, pada duniaku, keluargaku dan hartaku. Ya Allah tutupilah auratku, amankanlah rasa takutku. Ya Allah jagalah aku dari depanku, dari belakangku, dari kananku, dari kiriku dan dari atasku. Dan aku berlindung diri kepadaMu dari aku dibunuh dari bagian bawahku. (HR. Ahmad dan selainnya)



DOWNLOAD ARTIKEL Klik Di Sini 



Sumber : Radio Rodja 756am