Layanan pembelajaran masih mengikuti SE
Mendikbud nomor 4 tahun 2020 yang diperkuat dengan SE Sesjen nomor 15 tahun
2020 tentang Pedoman Pelaksanaan BDR selama darurat Covid-19.
Dalam surat edaran ini disebutkan bahwa
tujuan dari pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) adalah memastikan pemenuhan
hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat Covid-19,
melindungi warga satuan pendidikan dari dampak buruk Covid-19, mencegah
penyebaran dan penularan Covid-19 di satuan pendidikan dan memastikan pemenuhan
dukungan psikososial bagi pendidik, peserta didik, dan orang tua.
Lagu berjudul "Corona" yang diciptakan oleh Bimbo ini adalah lagu baru. Bukan lagu lama seperti yang banyak dibicarakan oleh banyak orang melalui pesan berantai di sosial media.
Bimbo dalam membuat lagu "Corona" tersebut hanya 90 menit.
Acil Bimbo, salah satu personel Bimbo, membantah keterangan tersebut. Menurut Acil Bimbo, lagu bertema virus corona adalah lagu baru. "Itu bukan lagu lama, lagunya tentang musibah dunia ini (virus corona)," kata Acil Bimbo.
Pria bernama lengkap Acil Darmawan Hardjakusumah tersebut senang lagu baru Bimbo didengarkan banyak orang meski ada informasi yang salah.
oleh Prof. Dr. AG. H. Muhammad Quraish Shihab, Lc., M.A.
(Percakapan via video call
antara Nana Shihab dan Abi Shihab)
Nana : “Assalamu’alaikum abiku”.
Abi : “Wa’alaikum salam”.
Nana : "Kita siap-siap jarak jauh ya? Nana kan
lagi di rumah aja. E, Nana mau tanya abi soal Corona. Sebagian kalangan
menyebarkan informasi dan bilang virus corona ini tentara Allah yang sengaja
diturunkan untuk menghukum manusia. Gimana Abiku?"
Abi Shihab menjawab : “Yah, Nana, memang terlalu banyak nih, apa
namanya, berita, tulisan dan sebagainya yang simpang siur, ada yang tidak
bertanggung jawab dan ada juga yang memang ada kebenarannya.
Dalam konteks ee menanggapi bencana
corona ini Abi tidak sependapat dengan mereka yang berkata ini adalah siksa
Allah. Karena ini melanda dunia mengenai orang-orang baik dan orang-orang yang
tidak berdosa. Apakah mereka itu disiksa juga. Abi lebih senang untuk
menyatakan bahwa ini adalah “bencana”
yang merupakan ujian dan peringatan dari Allah untuk umat manusia yang dewasa
ini seringkali angkuh dan merasa diri mampu melakukan segala sesuatu".
Memang, di dalam Al Qur’an suratul
Anfal Allah berfirman : Wattaqụ fitnatal lā tuṣībannallażīna ẓalamụ mingkum khāṣṣah
Hati-hatilah datangnya suatu bencana,
ujian yang bisa menimpa bukan hanya orang-orang yang durhaka dan berbuat zalim
diantara kamu. Jadi ini bencana berupa ujian.
Memang kita juga harus eeee sadar
orang-orang yang tidak bersalah, orang-orang yang dekat kepada Allah yang wafat
karena bencana ini, itu akan mendapat nikmat dan ganjaran dari Allah SWT. Di
dalam hadist Nabi menyatakan bahwa “mereka yang wafat karena tha’un, suatu
penyakit yang mewabah pada masa Nabi atau sahabat-sahabat Nabi. Mereka yang
wafat itu dinilai sebagai sahid. Tentu saja sahidnya tidak sama dengan mereka
yang gugur dalam peperangan membela kebenaran. Tapi sahidnya ini dinamai sahidul akhirah. Jadi mereka tetap
dimandikan, dishalatkan, dikafankan.
Berbeda dengan yang gugur di jalan Allah, tidak dikafankan, tidak dimandikan
dan seterusnya. Tetapi ganjaran yang diperolehnya dari Allah karena kematiannya
akibat virus ini, itu serupa dengan
ganjaran orang-orang yang meninggal di medan perang.
Yah, selanjutnya kita bisa berkata
begini, bahwa virus-virus itu sebenarnya dapat juga dinamai sebagai syetan-syetan.
Karena itu Abi juga tidak sependapat dengan mereka yang menamai virus-virus itu
sebagai tentara-tentara Allah.
Di dalam Al Qur’an dan di dalam
hadist-hadist Nabi kita menemukan bahwa penyakit diakibatkan oleh syetan.
Mari kita baca ayat Al Qur’an yang
berceritera tentang Nabi Ayub yang menyatakan “Syetan telah menimpa aku dengan penyakit yang melelahkan dan menyiksa”.
Dia namai penyakit itu disebabkan oleh
syetan atau dengan kata lain virus-virus.
Nabi juga mengisyaratkan bahwa
virus-virus tha’un itu adalah ulah syetan, ulah jin dan kita ketahui bahwa jin
adalah sesuatu yang tersembunyi, salah satu diantaranya adalah virus-virus itu.
Demikian banyak ulama mengartikan makna
jin. Dan karena itu kalau dia syetan kita harus musuhi, kita harus hindari dan
kita harus perangi.
Qul lay yuṣībanā illā mā kataballāhu lanā, huwa maulānā wa ‘anallāhi falyatawakkalil-mu`minụn
009051- QS AT TAUBAH 51
"Katakanlah: Tidak akan menimpakan kami kecuali apa yang Allah telah tuliskan untuk kami. Dialah pelindung kami dan hanya kepada Allah bertawakal orang-orang yang beriman.” (QS. At-Taubah[9]: 51)
Mā aṣāba mim muṣībatin illā bi`iżnillāh, wa may yu`mim billāhi yahdi qalbah, wallāhu bikulli syai`in 'alīm 064011- QS AT THAGHABUN 11
“Tidak ada musibah yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah
dan barangsiapa yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, akan Allah akan
memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Thaghabun[64]: 11)
Mā aṣāba mim muṣībatin fil-arḍi wa lā fī anfusikum illā illā fī kitābim ming qabli an nabra`ahā, inna żālika ‘alallāhi yasīr
057022- QS AL HADID 22
“Tidak ada suatu musibah yang turun di bumi juga yang menimpa
diri-diri kalian kecuali telah dituliskan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Sesungguhnya hal itu mudah bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (QS.
Al-Hadid[57]: 22)
am may yujībul-muḍṭarra iżā da’āhu wa yaksyifus-sū`a wa yaj’alukum wa yaj’alukum khulafā`al-arḍ, a ilāhum ma’allāh, qalīlam mā tażakkarụn
027062-QS AN NAML 62
“Siapakah yang memperkenankan doa orang yang dalam kondisi kesulitan
kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala jika ia berdoa kepadaNya dan menghilangkan
kesusahannya dan menjadikan kalian pemimpin-pemimpin di muka bumi. Apakah ada
Tuhan selain Allah?” (QS. An-Naml[27]: 62)
wa iy yamsaskallāhu biḍurrin fa lā kāsyifa lahū illā huw, wa iy yamsaska bikhairin fa huwa ‘alā kulli syai`ing qadīr
006017 QS AL AN'AM 17
“Dan jika Allah menimpakan marabahaya kepadamu, maka tidak ada yang bisa mengangkatnya kecuali Dia. Dan jika Allah menimpakan kebaikan kepadamu, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-An’am[6]: 17)
wa iy yamsaskallāhu biḍurrin fa lā kāsyifa lahū illā huw, wa iy yuridka bikhairin fa lā rādda lifaḍlih, yuṣību bihī may yasyā`u min ‘ibādih, wa huwal-gafụrur-raḥīm
010107-QS YUNUS 107
“Dan jika Allah menimpakan marabahaya kepadamu, maka tidak ada yang bisa mengangkatnya kecuali Dia. Dan jika Allah menginginkan kebaikan kepadamu maka tidak ada yang bisa menolak karuniaNya. Allah memberikan kebaikan kepada siapa yang Dia kehendaki dari para hambaNya dan Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Yunus[10]: 107)
a laisallāhu bikāfin ‘abdah, wa yukhawwifụnaka billażīna min dụnih, wa may yuḍlilillāhu fa mā lahụ min hād
039036-QS AZ ZUMAR 36
"Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya.
Dan mereka mempertakuti kamu dengan (sembahan-sembahan) yang selain Allah? Dan
siapa yang disesatkan Allah maka tidak seorangpun pemberi petunjuk baginya". (QS. Az-Zumar[39]: 36)
wa yarzuq-hu min ḥaiṡu lā yaḥtasib, wa may yatawakkal ‘alallāhi fa huwa ḥasbuh, innallāha bāligu amrih, qad ja’alallāhu likulli syai`ing qadrā
065003-QS AT TALAQ 3
“Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, maka Allah akan
mencukupinya. Sesungguhnya Allah akan menyelesaikan segala urusannya dan Allah
telah menetapkan keputusanNya untuk tiap-tiap sesuatu.” (QS.
At-Talaq[65]: 3)
“Dan Tuhan kalian mengatakan: Berdoa hanya kepadaKu, sungguh Aku akan mengabulkan doa kalian. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepadaKu akan masuk ke dalam neraka jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Ghafir[40]: 60)
wa iżā sa`alaka ‘ibādī ‘annī fa innī qarīb, ujību da’watad-dā’i iżā da’āni falyastajībụ lī walyu`minụ bī la’allahum yarsyudụn
002186-QS AL BAQARAH 186
“Dan jika hamba-hambaKu bertanya kepadaKu tentang Aku maka sesungguhnya Aku dekat, Aku mengabulkan doa orang yang berdoa kepadaKu. Maka hendaklah mereka melaksanakan segala perintahKu dan hendaklah mereka beriman kepadaKu agar mereka mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah[2]: 186)
ud’ụ rabbakum taḍarru’aw wa khufyah, innahụ lā yuḥibbul-mu’tadīn
007055-QS AL A'RAF 55
“Berdoalah kepada Tuhan kalian dengan merendah diri dan suara yang lembut, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS Al A'raf (007): 55)
wa lā tufsidụ fil-arḍi ba’da iṣlāḥihā wad’ụhu khaufaw wa ṭama’ā, inna raḥmatallāhi qarībum minal-muḥsinīn
007056-QS AL A'RAF 56
“Dan janganlah kalian melakukan kerusakan di atas muka bumi setelah Allah memperbaikinya. Dan berdoalah kepadaNya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah dekat dari orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-A’raf[7]: 56)
allażī khalaqal-mauta wal-ḥayāta liyabluwakum ayyukum aḥsanu ‘amalā, wa huwal-‘azīzul-gafụr
067002-QS AL MULK 2
“Allah, Dialah yang menciptakan kematian dan kehidupan agar menguji kalian siapakah diantara kalian yang terbaik amalannya dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Mulk[67]: 2)
wa huwallażī ja’alakum khalā`ifal-arḍi wa rafa’a ba’ḍakum wa rafa’a ba’ḍakum fauqa ba’ḍin darajātil liyabluwakum fī mā ātākum, inna rabbaka sarī’ul-‘iqābi wa innahụ lagafụrur raḥīm
006165-QS AL AN'AM 165
“Dialah yang menjadikan kalian pemimpin-pemimpin di atas muka bumi dan mengangkat dan meninggikan sebagian derajat dari sebagian yang lain agar menguji kalian terhadap apa yang telah diberikan kepada kalian. Sungguhnya Tuhan kalian Maha cepat hukumannya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-An’Am[6]: 165)
wa huwallażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa fī sittati ayyāmiw wa kāna ‘arsyuhụ ‘alal-mā` wa kāna ‘arsyuhụ ‘alal-mā`i liyabluwakum ayyukum aḥsanu ‘amalā, wa la`ing qulta innakum mab’ụṡụna mim ba’dil-mauti layaqụlann layaqụlannallażīna kafarū in hāżā illā siḥrum mubīn
011007-QS HUD 7
“Dan Dialah yang
menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum
itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik
amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): “Sesungguhnya kamu akan
dibangkitkan sesudah mati”, niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata:
“Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata”. (QS. Hud[11]: 7)
kullu nafsin żā`iqatul-maụt, wa nablụkum bisy-syarri wal-khairi fitnataw, wa ilainā turja’ụn 021035-QS AL ANBIYA 35
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu
dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya
kepada Kamilah kamu dikembalikan". (QS. Al-Anbiya[21]: 35)
17. Al Qur'an Surat Asy Syu'ara ayat 80
وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ
wa iżā mariḍtu fa huwa yasyfīn
026080-QS ASY SYU'ARA 80
“Dan apabila aku ditimpa penyakit, maka Dialah yang menyembuhkan aku.“(QS. Asy-Syu’ara[26]: 80)
Qulid'ullażīna za'amtum min dụnihī fa lā yamlikụna kasyfaḍ-ḍurri 'angkum wa lā taḥwīlā 017056-QS AL ISRA' 56
“Katakanlah: Panggillah Tuhan yang kalian anggap selain Allah, mereka tidak memiliki kemampuan dan kekuasaan untuk mengangkat marabahaya dari kalian juga mereka tidak mampu memindahkannya.” (QS Al Isra' (17) : 56)
SEMUA AYAT-AYAT PENENANG HATI KETIKA ADA WABAH PENYAKIT
(1 - 18 di atas/ playlist 18 ayat)
AL HADIST :
“Jika seseorang keluar dari rumahnya dan membaca doa, ‘Dengan
memohon pertolongan kepada Allah aku bertawakal kepada Allah, tidak ada daya
dan upaya kecuali dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.’ Maka dikatakan kepada orang
yang membaca doa tersebut, ‘Anda telah diberi hidayah, anda telah dicukupkan
dan telah dilindungi.'” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)
“Berdo'alah kepada Allah dan kalian yakin akan dikabulkan.”
(HR. Tirmidzi)
“Sesungguhnya doa bermanfaat untuk musibah yang akan turun,
musibah yang telah turun dan musibah yang akan turun, maka hendaklah kalian wahai
hamba Allah memperbanyak doa.” (HR. Ahmad, Tirmidzi dihasankan oleh Al-Albani)
“Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dahulu
senantiasa berlindung diri dari penyakit belang, penyakit lepra, penyakit gila
dan penyakit-penyakit buruk yang lain.” (HR. Abu Dawud)
“Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari musibah yang berat,
ditimpa kesengsaraan, takdir yang buruk dan cemoohan musuh.” (HR. Bukhari dan
Muslim)
“Berlindung dirilah kepada Allah dari musibah yang berat,
ditimpa kesengsaraan, takdir yang buruk dan cemoohan musuh.” (HR. Bukhari dan
Muslim)
“Sungguh mengagumkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya
seluruhnya seluruh urusannya adalah baik dan hal itu tidak dimiliki kecuali
seorang yang beriman: jika ia mendapatkan kebaikan ia bersyukur, maka itu baik
baginya. Dan jika ia mendapatkan musibah ia bersabar dan itu pun baik baginya.”
(HR. Muslim)
“Ya Allah Tuhan manusia yang menghilangkan segala penyakit,
sembuhkanlah, Engkau Maha penyembuh. Tidak ada yang menyembuhkan kecuali
Engkau, kesembuhan yang tidak ada sisa penyakit didalamnya.” (HR. Bukhari)
“Barangsiapa yang membaca: Bismillah, alladzi laa ya dhurru ma’asmihi
syaiun fil ardhi walafissama wahuwassamiul ‘alim (Dengan
menyebut nama Allah, tidak akan membahayakan dengan menyebut namaNya segala
sesuatu di langit dan di bumi. Dan dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui)
dibaca doa ini tiga kali, dia tidak akan ditimpa musibah yang tiba-tiba sampai
dipagi hari. Dan apabila dia baca di pagi hari tiga kali, maka juga tidak akan
ditimpa musibah yang tiba-tiba sampai di sore hari. (HR. Abu Dawud dan
selainnya)
“Barangsiapa yang dibukakan untuk dirinya pintu berdoa, maka
berarti telah dibukakan untuknya pintu-pintu rahmat. Dan tidaklah Allah diminta
kepadaNya sesuatu yang lebih Allah cintai dari diminta dariNya keselamatan.”
(HR. Tirmidzi)
“Sesungguhnya doa bermanfaat untuk segala musibah yang telah
turun dan segala yang belum turun. Maka -wahai hamba-hamba sekalian- hendaklah
kalian memperbanyak doa.” (HR. Ahmad, Tirmidzi dihasankan oleh Al-Albani)
“Hendaklah kalian memperbanyak shalat malam karena shalat
malam adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian. Dan sesungguhnya
Qiyamul Lail adalah kedekatan kepada Allah, penghalang dari perbuatan dosa,
penghapus kesalahan-kesalahan dan mengusir dari segala penyakit dari dari
tubuh.” (HR. Tirmidzi dan selainnya)
“Ya Allah aku memohon kepadaMu keselamatan di dunia dan di
akhirat. Ya Allah aku memohon kepadaMu ampunan dan keselamatan pada agamaku,
pada duniaku, keluargaku dan hartaku. Ya Allah tutupilah auratku, amankanlah
rasa takutku. Ya Allah jagalah aku dari depanku, dari belakangku, dari kananku,
dari kiriku dan dari atasku. Dan aku berlindung diri kepadaMu dari aku dibunuh
dari bagian bawahku. (HR. Ahmad dan selainnya)